Over-Konsumsi Kantong Plastik: Dampak dan Langkah Kecil yang Dapat Dilakukan
(Sumber: Unsplash)
Kantong plastik adalah sejenis wadah bawaan yang terbuat dari Polietilena (PE), sebuah resin sintetik terbuat dari proses polimerisasi zat etilena, yang dapat ditemukan dalam gas alam atau minyak bumi.[1] Kantong plastik memiliki karakteristik yang ringan dan fleksibel, sehingga populer digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kantong plastik sering ditemukan pada saat berbelanja, dari pasar tradisional sampai mall elit, kantong ini pasti digunakan.
Sejarah Kantong Plastik
Kantong plastik ditemukan oleh Sten Gustaf Thulin (1914–2006), seorang insinyur asal Swedia. Pada awal tahun 1960-an, Thulin menciptakan sebuah kantong berbahan dasar plastik. Dari desainnya, kantong ini terlihat sederhana, namun kuat dan efektif dalam menampung banyak barang. Kantong plastik buatan Thulin lalu dipatenkan oleh Celloplast, sebuah perusahaan packaging di Swedia, pada tahun 1965. Kantong ini pun diproduksi secara massal, dan pada awal tahun 1980-an, kantong plastik mulai umum digunakan di berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat. Harganya yang relatif murah juga mendorong popularitasnya pada saat itu.[2][3]
(Sumber: Google Patents)
Dampak Penggunaan Kantong Plastik yang Berlebihan
Beberapa dekade setelah penemuannya, kantong plastik mulai mendatangkan masalah terhadap lingkungan dan kehidupan manusia. Dibalik keserbagunaannya, kantong plastik malah sering dibuang begitu saja — sebuah kantong plastik rata-rata hanya digunakan selama 12 menit, dan satu keluarga sekiranya menghabiskan sekitar 5–10 kantong plastik saat sekali berbelanja. Kantong plastik sendiri membutuhkan waktu sekitar 500–1000 tahun untuk terurai, dan sampai saat ini, masih banyak kantong plastik yang menumpuk dan mencemari Bumi kita.[4] Berikut adalah beberapa dampak buruk penggunaan kantong plastik yang berlebihan terhadap manusia dan biodiversitas:
- Kantong plastik terbuat dari polimerisasi gas alam/minyak bumi, yang ketersediaannya terbatas. Proses pembuatanya ini pun juga mencemari udara melalui emisi gas beracun.
- Selain terurai dalam waktu yang lama, kebanyakan kantong plastik juga tidak terurai dengan sempurna, dimana mereka terpecah menjadi partikel plastik yang lebih kecil (mikroplastik). Pada akhirnya, kantong plastik tetap mencemari tanah, lautan, maupun udara.[4] Penelitian juga menunjukan bahwa mikroplastik sudah ditemukan di dalam tubuh manusia, yang dapat mengancam organ-organ penting.[5]
- Selain manusia, sampah kantong plastik juga mengancam kehidupan banyak hewan, khususnya hewan laut. Banyak yang tidak sengaja memakan plastik karena mengira itu adalah makanan mereka.
(Sumber: WWF)
Upaya dalam Mengurangi Kantong Plastik
Kantong plastik sebenarnya dapat didaur ulang, akan tetapi prosesnya masih cukup menantang di Indonesia, salah satunya karena belum adanya fasilitas dan regulasi yang kuat. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) pada tahun 2025, hanya sekitar 25% dari 109.023 TPD sampah yang dapat dikelola secara layak[6], dimana sisanya masih dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbuka yang akhirnya mencemari lingkungan.
Oleh karena itu, diperlukannya upaya bersama dalam mengurangi pemakaian kantong plastik. Dalam skala bisnis, untuk mengatasi masalah ini, beberapa telah menerapkan pelarangan penggunaan kantong plastik atau penggunaan kantong plastik berbayar. Selain mereka, kita juga dapat berkontribusi dalam mengurangi penggunaan kantong plastik melalui langkah-langkah kecil seperti:
- Menolak penggunaan kantong plastik saat berbelanja, khususnya untuk barang-barang kecil.
- Menggunakan kembali kantong plastik yang ada selama masih layak dipakai.
- Menggunakan tas belanja yang dapat digunakan berkali-kali dan tahan lama, seperti tote bag berbahan canvas.
Referensi
- Britannica Editors (2026). Polyethylene. Britannica. Diakses pada 23 Juni 2026.
- Inventor: Sten Gustaf Thulin (n.d). Disposable America. Diakses pada 23 Juni 2026.
- From birth to ban: A history of the plastic shopping bag (2021). UN Environment Programme. Diakses pada 24 Juni 2026.
- Single-Use Plastic Bags (2025). Beyond Plastics. Diakses pada 24 Juni 2026.
- Pilapitiya, N. C. & Ratnayake, A. S (2024). The world of plastic waste: A review. Cleaner Materials, 11, 2-23. Diakses pada 24 Juni 2026.
- Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (2025). Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Diakses pada 23 Juni 2026.
Komentar
Posting Komentar